Kamis, 27 Juni 2013

belajar dari wanita tangguh part 2

Kita kembali bercerita soal Gadis...
Pengalamannya di Malaysia memang benar-benar pahit. Hingga satu hari dia akhirnya berusaha pergi melihat kondisi anaknya yang tidak terawat. DIa berharap keluarganya bisa menolong dia ketika dia kembali ke Medan. Tetapi uang untuk pulangpun dia tidak ada...
Dia berusaha meminjam dari adiknya yang di malaysia, tetapi adiknya tidak memberikan. Akhirnya di mengirim surat ke orangtuanya, akhirnya dia bisa kembali ke Medan. DAn ketika sampai di rumahpun  kehadirannya tidak di terima oleh salah seorang anggota keluarga hingga akhirnya dia kos. Sampai sekarangpun dia memiliki banyak tantangan kehidupan dan kesulitan.

Dalam situasi seperti itu biasanya respon seseorang adalah menyerah, entah menyerah untuk hidup, menyerah untuk anak, menyerah untuk nasib. Kebanyakan orang hidup dan terpenjara dalam kemalangan yang dialaminya dan menyalahkan lingkungan yang tidak mendukung kehidupannya. bertanya "Kenapa aku harus mengalami seperti ini? mengapa aku?" Dia hidup tetapi serasa tidak hidup karena sepanjang hari mempertanyakan arti hidup, kemalangannya dan kenapa segala sesuatu begitu buruk untukku?"
Ya, itu memang terasa berat sekali dan ketika orang mencoba mendukung orang yang terpuruk akan berkata "Kamu gag tahu rasanya jadi aku bagaimana?"
Tahu apa respon Gadis dalam setiap kemalangan yang dia hadapi?Dia sangat sedih dan menangis.

Tapi dia terus berdoa sebanyak dia mengeluh dan menangis. Dia meyakini bahwa Tuhan akan mendengar. Dan dia bersyukur karena Tuhan menjawab doanya, waktu dia ingin kembali ke Indonesia, Tuhan membukakan jalan, waktu anaknya lahir tanpa bantuaan medis adalah pemberian Tuhan, dia menyadari bahwa ketika dia kembali ke Indonesia itu juga adalah pemberian Tuhan, jualannya laku ketika dia berjualan di sekolah, ketika dia diusir dari kos-an dia mendapat tempat, kembali ke rumahnya dengan membangun kamar tambahan,dia terus mendapatkan pekerjaan ketika dia memintanya, waktu dia dikhianati oleh saudaranya dan dia bisa belajar mengampuni adalah pemberian Tuhan.

Dia memang wanita tangguh, dia tanggung bukan karena dia bisa menyelesaikan permasalahan hidupnya tetapi karena anugerah Tuhan.
Dia berdoa, berdoa dengan sungguh. Jangan bayangkan proses berdoa seperti Nobita yang selalu dikasi apa saja lewat kantong ajaib doraemon atau Jin dalam lampu ajaib.
ketika berdoa, kita diberi arahan untuk melakukan sebuah pekerjaan yang Tuhan inginkan, cara melakukannya, kekuatan ketika ada hambatan, kekuatan ketika ada penganiayaan dan tetap berjalan dengan hidup yang Tuhan inginkan.

ketika kita berdoa bukan Tuhan yang berubah dengan memenuhi keinginan kita, tetapi kita yang berubah untuk melakukan pekerjaan yang Tuhan siapkan

Bukan Tuhan yang berubah untuk kehidupan Gadis tetapi Gadis yang berubah menjadi Gadis yang tekun, taat, tahan banting, belajar mengasihi sesama dan penuh pengharapan...


Selasa, 11 Juni 2013

belajar dari wanita tangguh part 1

saat bicara soal wanita tangguh apa yang ada di pikiran Anda? Mungkin tertawa karena membayangkan wanita yang agak kelaki-lakian atau malah merasa aneh karena wanita harusnya lembut dan feminim bukan tangguh!

Kalau Anda memikirkan seorang wanita yang tangguh, siapa  yang Anda pikirkan?
Apakah menjadi tangguh berarti harus berotot seperti Xena(wkwkkkww), wanita hero di drama dulu, atau sailormoon yang membasmi kejahatan("dengan kekuatan bulan........") atau Cut Nyaek Dien yang berperang demi Aceh, pahlawan dari Aceh?
Atau seorang wanita tangguh adalah seorang wanita yang sukses yang memimpin sperti Megawati Soekarno Putri?

Ya, setiap orang memiliki pikiran yang berbeda tentang menjadi tangguh...
Dalam tulisan ini saya akan bercerita tentang seorang wanita tangguh yang saya kenal. Dia tidak seperti Xena yang berotot, pahlawan atau seorang pemimpin. Dia adalah Gadis(nama samaran) dengan usia 33 tahun, dia hanyalah seorang ibu tunggal dengan tiga anak dengan satu anak berkebutuhan khusus. Anda pun belum tentu mengenal dia. Pekerjaanya hanyalah seorang pembantu rumah tangga dan tukang cuci lepasan dengan gaji yang pas-pasan dia membiayai keluarganya.

Yang mengesankan bagi saya adalah perjalanan hidupnya dimulai ketika masih remaja. Pada masa remaja, Gadis bukanlah seorang yang kaya atau pintar. Dia anak pertama dari 9 bersaudara dari keluarga sederhana. Karena kesederhanaannya dia pergi ke Malaysia untuk menjadi TKW. Di Malaysia di bekerja menjadi penjahit dari pabrik baju dengan gaji yang sangat pas-pasan karena banyaknya potongan dari pemerintah. Dengan gaji 350 ringgit di berusaha menyisakan 100 ringgit untuk disimpan supaya bisa dikirimkan kepada orang tuanya. Setiap hari bekerja hingga jam 10 atau jam 11 malam, tetapi gajinya tidak bertambah malah justru terkadang berkurang. Setiap hari dimarahin oleh atasnnya atau mendengar temannya dimarahin oleh atasannya. Hal ini membuatnya menangis setiap hari.

Pada akhirnya Gadis memang berpindah pekerjaan dan menjadi cleaning servis dengan gaji yang lebih baik. Perpindahan pekerjaan ini juga membuatnya bertemu dengan Satria laki-laki yang menikahkan dia. Sayangnya tidak seperti namanya satria bukanlah kesatria, satria adalah laki-laki yang malas dan tidak suka bekerja, dia lebih suka tidur seharian. Lebih parah lagi Satria justru suka mabuk dnegan kawan dan berjudi. Saat tidak diberikan uang Gadis justru dipukuli dan dimarahi hal itu terjadi saat Gadis hamil anak kedua.

Semasa hamil itu adalah masa penderitaan bagi Gadis, Anda bisa bayangkan semasa hamilnya dia harus bekerja, mengaush sepeda berkilo meter untuk bekerja, kadang bahkan harus puasa karena tidak memiliki uang. Bagi gadis itu adalah masa-masa kekelaman dan sangat menyakitkan. Bahkan anaknyapun harus lahir begitu saja(tanpa bantuan medis atau bantuan orang) di kamar mandi. Gadis sangat sedih dan merenungi kenapa dia bisa seperti ini, apa lagi ketiga melihat anaknya yang begitu kecil dan tidak mendapatkan kelahiran yang layak. Beberapa kali berpikir untuk bunuh diri karena tidak tahan dengan hidup. Bapak dari anak itu justru tidak peduli dengan anak itu dan mengataan "urus sendiri anakmu!" dia mencoba menitipkan anak pada saat bekerja tetapi tidak ada yang mau karena mereka tidak punya uang, maka beberapa kali dia harus membawa anaknyya bekerja..


malang yah?
saya sendiri tidak habis pikir kenapa seorang wanita bisa mengalami hal pahit ini...
dunia serasa tidak adil
Kadang saya membayangkan bahwa kalau saya ada disana saya rasa saya sudah gila. Tetapi Tuhan menolong dia, memberikan kekuatan untuk tangguh, kesabaran, ketekunan dan menolong dia



bersambung

Rabu, 08 Mei 2013

Anugrah

Beberapa hari ini sebenarnya hidupku sedang tidak benar, baru saja aku mengaku kesalahan kepada Allah dan berikutnya aku langsung kumat dengan gila-gilaan, seolah aku Tuhan dalam hidupku. Aku bertanya pada diriku 'apa aku memiliki Kristus dalam diriku?' kenapa aku tidak seprti Dia. Kenapa aku terus menjadikan kesenangan dan hobi adalah Tuhan atas diriku.

Hari ini saat teduhku bilang soal kasih  dari 1 Yohanes 3: 19-24. Dalam hati aku mikir, paling dikasi tahu soal mengasihi, aku melihat soal hati menuduh diri. Kuanggap ucapan itu adalah soal bagaimana kita tidak mengasihi sesama sehingga hati kita menuduh diri kita. Rasanya itu tidak seperti diriku sekarang, aku bilang dalam diriku "Yang jadi masalah bukan aku tidak mengasihi sesama tetapi aku sedang berbuat dosa...."

Aku pada akhirnya membaca lagi ayat-ayat di atasnya, dikatakan bahwa ketika kita memiliki Kristus maka kita akan memancarkan Kristus, melihat diriku sekarang, aku bertanya kepada diriku 'Apakah aku sudah memiliki Kristus? kalau sudah kenapa aku tidak taat? atau jangan-jangan belum yah, ' Aku merasa bahwa aku bukan milik Tuhan, aku terbuang...

Aku membaca lagi 1 Yohanes 3 secara keseluruhan, kitab itu berkata bahwa "keselamatan adalah dari Tuhan, Dia menyucikan, Ia menyatakan diriNya, supaya Ia menghapuskan segala dosa" Aku masih tidak -ngeh pada saat itu, aku menyalahkan diriku yang tidak berdosa. Lalu aku bertanya kepada diriku, lalu bagaimana aku bisa memiliki Kristus? bagaimana aku bisa taat? aku tidak bisa...

Aku putuskan membaca hasil perenungan penulis, Dia memulai dengan karya penyelamatan adalah anugrah, bagaimana mungkin karena ketidaktaatan kita maka Tuhan membuang kita. Iya juga yah pikirku, masa Allah tidak mengampuniku, lalu bagaimana?

Aku tersadar dengan hati yang menuduh, hati yang menuduh ternyta bukan hanya kepada saesama ketika susah mengasihhi sesama tetapi bisa juga diinterpretasikan soal mengasihi Allah. Hatiku menuduhku akan kasih Allah, bahwa Allah hanya mengasihi anak-anak taat, anak yang melakukan perintahnnya. Hatiku menuduhku dengan kasihku pada Allah dan kemampuanku tidak mengasihi Allah
Allah tidak mengasihiku karena aku kasih kepadaNya tetapi karena dia mengasihi. Aku sadar bahwa dia tahu soal aku yang lemah dan aku merasa bahwa dia sedang bilang percayakah kamu kalau Aku yang akan mengerjakan semuanya, termasuk bagaimana kamu bisa taat kepadaku tetapi gimana caranya? Aku gag tahu, tetapi hari ini aku ditantang untuk mempercayakan semuanya kepada Allah, percaya dan berimanlah...
dan untuk kasih itu maka aku pun harus belajar mengasihi sesama. Pada dasarnya aku lebih fokus kepada yang pertama mungkin karena kondisi pribadiku ini.

AKu berdoa: "Ajar aku percaya dan beriman. aku tidak tahu bagaimana caranya tetapi ajarkan aku"
Kalau Tuhan menginginkan aku meninggalkan hobi dan kesenanganku pasti dia akan memampukanku....

Dan baru saja aku chatting dengan sahabatku tentang hidup dan skripsi kami...
Rencana Tuhan kali yah kalau kami bisa chatting. Dia juga sedang dalam kondisi yang sama, merasakan ketidaklayakan. Aku share apa yang terjadi juga denganku dan aku jadi tersadar juga tentang satu hal "Aku memang harus jatuh bangun dan terbanting sampai aku takut bertemu Allah menyadari hinanya diriku, Dan mengalami kasih pengampunan Tuhan hingga aku tahu bahwa anugrah keselamatan dan ketaatan itu mahal dan luar biasa"

Why You have chosen me out of million Your Child to be
You know all the wrog that I have done
Oh How could You pardon me, forgive my iniquity
and give me Jesus Your son

Oh Lord let me be what You want me to be
Your word I will try to obey
My life I now give for You, I will live
And walk by your side all the way...


Hope I will treasure the Grace that He have done
Hope I know How to trust and obey My Lord, Hope I experience God
Hope I will walk by Your side all the way


Pray for you, dear friend who seeking the Face of God


Jumat, 19 April 2013

TIRED

Lelah...
itu yang ingin kukatakan hari ini, lelah dengan setiap pembicaraan rapat tadi
setiap hal yang mereka katakan melelahkan aku.
Kepala terasa berat, sementara banyak kerjaan yang harus kukerjakan.
aku ingin istirahat tetapi istirahat gag akan membuat pekerjaan ku selesai
aku harus bekerja
ya bekerja...
berharap ad yang bisa menolongku...
aku benar-benar merasakan kebisingan hidup sekrang dan ingin waktu tenang, aku mau diam tetapi otakku menuntutku untuk berpikir...
Tuhan, bisakah Engjau berbicara kepadaku sekali lagi? bisakah aku tenang di dalam Allah?

Rabu, 17 April 2013

lost the way part 1

I fell like I have lost the way...
The way why should I live, Where the path  I should choose to serve the LORD...
My confusion start bigger, think that I don't with psychology and counselor. 
I start love movie more, books more especially novel,
I like art, dancing and music
and for the question about quit from psychology comes to my mind
I don't feel fit
I feel worse
I said to my self if I could turn back the time, I would like to start from my childhood, taken care my body and learn what i want, art...
i should take acting or something about film...
but I can't
and now I am facing myself, asking: "What will you do?"
Of course do what God want, so how about ur love in film?
Can I do something about it?
And I asked my self how about what have you done? Have you ever enjoyed it?
I think I pretend to enjoyed it(psychology)

But now I remember about my dream, dream about the poorer, dream that every people willi be taken care. I want peace, the glory of my country, i want every people have hope..
and still I asked my self where the path

I'm in a way for searching meaning, meaning for my life, meaning for the path
what should i do?

Sabtu, 12 Januari 2013

OOOhhhh(mengabaikan)


What God want for me to do this year...
Keinginan pribadi menjauhkan dari kepekaan terhadap Tuhan...
Aku mengalaminya tahun ini dan baru menyadarinya...
Aku barus selesai sharing dengan sahabtku untuk sebuah masalah yang cukup berat baginya. Dan aku menyadari bahwa sebenarnya everything become complicated di awal tahun tetapi aku tidak menyadarinya dan hanya marah sejenak, lebih tepatnya aku mengabaikannya (contoh skripsi, kawan pelayanan dan masalah relasi).
I just have fun dengan apa yang aku kerjakan sekarang(skincare) dengan alasan evaluasi tahun lalu. But never reallly treasure God’s will. Enjoy  with my life aku diingatkan berkali-kali sal banyak hal tetapi seolah dalam hidup aku hanya bilang “Oh...” dan lebih mempedulikan kesenanganku. Aku memang merasa bersalah tetapi tidak berubah...
Dan aku jadi tersadar apa yang terjadi setelah aku sharing tadi. Ada begitu banyak hal yang terjadi dalam hidupku dimana seharusnya aku mengambil bagian dan berdoa untuk itu. Hal yang bisa aku ceritakan ke kalian adalah beberapa minggu ini sulit sekali mencari pelayan siswa untuk ikut acara psk kenapa? Aku merasa mereka tidak bergairah lagi dan tenggelam dalam aktivitas masing-masing. Bukan hanya satu orang tetapi beberapa. Harusnya aku bergumul untuk bagian ini. Tetapi aku hanya berkata Oh lagi...
Sebenarnya masih banyak kasus lain yang aku abaikan tetapi karena maslah privasi aku tidak bisa menceritakan...
Apa kalian juga seperti itu? Mengatakan Oh....gitu pada setiap hal yang Tuhan ingin bukakan kepada kalian? Sedang tidak menyadarikah seperti saya kemarin2?Apa yang sedang kalian lakukan?
Minta pengampunan dan cari kehendakNYa