Kita kembali bercerita soal Gadis...
Pengalamannya di Malaysia memang benar-benar pahit. Hingga satu hari dia akhirnya berusaha pergi melihat kondisi anaknya yang tidak terawat. DIa berharap keluarganya bisa menolong dia ketika dia kembali ke Medan. Tetapi uang untuk pulangpun dia tidak ada...
Dia berusaha meminjam dari adiknya yang di malaysia, tetapi adiknya tidak memberikan. Akhirnya di mengirim surat ke orangtuanya, akhirnya dia bisa kembali ke Medan. DAn ketika sampai di rumahpun kehadirannya tidak di terima oleh salah seorang anggota keluarga hingga akhirnya dia kos. Sampai sekarangpun dia memiliki banyak tantangan kehidupan dan kesulitan.
Dalam situasi seperti itu biasanya respon seseorang adalah menyerah, entah menyerah untuk hidup, menyerah untuk anak, menyerah untuk nasib. Kebanyakan orang hidup dan terpenjara dalam kemalangan yang dialaminya dan menyalahkan lingkungan yang tidak mendukung kehidupannya. bertanya "Kenapa aku harus mengalami seperti ini? mengapa aku?" Dia hidup tetapi serasa tidak hidup karena sepanjang hari mempertanyakan arti hidup, kemalangannya dan kenapa segala sesuatu begitu buruk untukku?"
Ya, itu memang terasa berat sekali dan ketika orang mencoba mendukung orang yang terpuruk akan berkata "Kamu gag tahu rasanya jadi aku bagaimana?"
Tahu apa respon Gadis dalam setiap kemalangan yang dia hadapi?Dia sangat sedih dan menangis.
Tapi dia terus berdoa sebanyak dia mengeluh dan menangis. Dia meyakini bahwa Tuhan akan mendengar. Dan dia bersyukur karena Tuhan menjawab doanya, waktu dia ingin kembali ke Indonesia, Tuhan membukakan jalan, waktu anaknya lahir tanpa bantuaan medis adalah pemberian Tuhan, dia menyadari bahwa ketika dia kembali ke Indonesia itu juga adalah pemberian Tuhan, jualannya laku ketika dia berjualan di sekolah, ketika dia diusir dari kos-an dia mendapat tempat, kembali ke rumahnya dengan membangun kamar tambahan,dia terus mendapatkan pekerjaan ketika dia memintanya, waktu dia dikhianati oleh saudaranya dan dia bisa belajar mengampuni adalah pemberian Tuhan.
Dia memang wanita tangguh, dia tanggung bukan karena dia bisa menyelesaikan permasalahan hidupnya tetapi karena anugerah Tuhan.
Dia berdoa, berdoa dengan sungguh. Jangan bayangkan proses berdoa seperti Nobita yang selalu dikasi apa saja lewat kantong ajaib doraemon atau Jin dalam lampu ajaib.
ketika berdoa, kita diberi arahan untuk melakukan sebuah pekerjaan yang Tuhan inginkan, cara melakukannya, kekuatan ketika ada hambatan, kekuatan ketika ada penganiayaan dan tetap berjalan dengan hidup yang Tuhan inginkan.
ketika kita berdoa bukan Tuhan yang berubah dengan memenuhi keinginan kita, tetapi kita yang berubah untuk melakukan pekerjaan yang Tuhan siapkan
Bukan Tuhan yang berubah untuk kehidupan Gadis tetapi Gadis yang berubah menjadi Gadis yang tekun, taat, tahan banting, belajar mengasihi sesama dan penuh pengharapan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar