Kamis, 27 Juni 2013

Menertawakan diri PART 1



Kenal aku? Aku adalah orang yang sangat ceroboh, lelet, lalai but not alay yah! Bisa dikatakan aku punya semua keburukan sanguin, but I think I’m not sanguin, hanya segala kejelekannya seperti pelupa, ceroboh, sepele, dan seperti tidak bertanggung jawab aku punya(sementara aku bukan orang yang terbuka atau hangat sekali! Aku lebih mengarah ke bossy atau cuek).
Dan ini selalu membuat banyak cerita lucu dalam hidupku dan cerita mengerikan bagiku dan bagi sesamaku. Honestly, aku mau berubah tapi susah...
Today I don’t want to write wise word or PA alkitab atau teori psikologi. Hari ini isinya tentang menertawakan diri karena kebodohonku.

Story 1: tentang Angkot alias ketika tidak ada ongkos...
Kalian tentu pernah naik angkot. Angkot adalah angkutan yang paling sering kunaiki berhubung aku tidak punya kendaraan atau pacar untuk mengantarku kemana-mana(what?hehehhe)

Kalau kamu mau bayar angkot kamu pasti bayar dong? Mana ada di dunia ini yang gratis. Ceritanya nih, aku pas SMA, ketika berangkat sekolah menuju ST.Thomas 2 tercinta terburu-buru. Dan aku langsung aja nyusur angkot 38. Angkot terus jalan, dan tiba-tiba aku ingat sesuatu ‘OMG! Aku lupa minta ongkos, mati aku!’ Aku memang membawa uang bulananku yang 50.000(yang sebaiknya kutukar disimpang rumah untuk ongkos), tapi masa kau harus bayar ongkos seharga 1500 dengan uang 50.000 pagi-pagi jam 7, bisa dimaki tukang angkot dung!
 Aku langsung merogoh sela-sela kantong baju, tas dan rok juga buku berharap ada keajaiban dari Tuhan akan muncul uang Rp 1500 untuk ongkosku. Tapi kisah ajaib hanya ada di Wonderlandnya alice, keajaiban tidak berpihak padaku. Akhirnya aku turun, dan bilang tukang angkotnya “Bang, maaf lupa minta ongkos jadi uangnya gede ya, maaf sekali yah bang.” Gila.... malu banget...., (ini kali awal aku belajar gag tahu malu). Untungnya, anugerah Tuhan kali yah, tukang angkotnya hanya ketawa dan ngejek “Gak usah bayar dek kalo uangnya segitu...” Aku hanya bisa tertunduk malu dan bilang sama diri sendiri ‘ga apa-apa Satri, yang penting kau sampe’

Kalian kira kisahnya hanya sampai sini?

Well, kejadian berikutnya adalah ketika kakakku menyuruhku mengembalikan CD ke tempat penyewaan pasar 1 padang bulan. Aku juga bingung kenapa aku mau yah pada saat itu? Aku sudah lupa kejadiannya kenapa tetapi dia memberikan ongkos untukku untuk mengembalikannya. Pada saat itu aku tidak membawa handphone. Aku naik angkot 57 memberi ongkosnya. Sesampai di tempat pengembalian CD, aku melihat-lihat beberapa VCD dan DVD, karena uangku pas-pasan dan paling sisa 2000 untuk beli goreng(tadinya)), aku langsung menuju kasir dan mengurungkan niat menyewa.  Si mbak kasir bilang gini “dendanya RPxxxx”(aku lupa berapa) Aku langsung bingung, ‘ada denda yah, kok aku hanya dikasi segini uangnya, pikirku. Alhasil, uangku berkurang bukan hanya tidak bisa beli goreng tetapi juga meghabiskan ongkos pulang. Karena tidak bisa mengulang waktu untuk tidak mengembalikan CD, aku pasrah saja.

Aku keluar dan bingung, apa yang harus kulakukan?

Mau menghubungi kakak juga tidak bisa, Apa aku ke tempat kak Mery pinjam uang tapi dimana kos-kosannya, gimana ini...
Masa aku tidak pulang sementara sudah jam 8 malam.

Aku hanya punya 700 sementara ongkos ke rumahku adalah 2500, mana ada angkot yang mau nerima? Yang kulakukan hanyalah marah-marah kepada kakakku padahal dia tidak di depan dan berdoa kepada Tuhan agar ada seorang yang lewat yang kukenal dan bisa memberikan aku ongkos.

Dan seperti cerita sebelumnya ini bukan dunia fantasi, tidak ada pangeran berkuda putih atau  bermobil biru atau berkereta hitam yang datang, aku tidak punya kemampuan teleportasi ketika aku memejamkan mata, tidak ada pintu kemana saja doraemon atau baling-baling bambu(walau aku sangat berharap pada saat itu dan memikirkan andai ini dunia fantasi aku ingat bahkan aku berteriak kecil memanggil ‘doraemon!’ pada saat itu karena sekelilingku sangat sepi, haha),

 ini dunia nyata! Realita, aku tidak ada uang untuk naik angkot dan aku tidak bisa pulang!


 Akhirnya aku memberanikan diri menyetop angkot dan bilang “Bang, bisa naik angkot bang? tetapi uangnya hanya 700 rupiah” (dengan wajah memelas, minta dikasihani) Kali karena aku mau nangis juga pada saat itu dan sudah malam si abang kasi izin. Malah dia nanya waktu sampai di sempakata ‘dek bisa kan berhenti sebentar nunggu penumpang lain soalnya masih kosong angkotnya’ “Ya Gak apa bang”


Aku bener terharu pada kebaikan abang itu karena penumpang abang itu hanya aku pada saat itu, he could refuse me but he didn’t! Of course maybe he stressed, there were no customer in his bus! mulai hari itu  aku bertekad ngasi ongkos lebih sama angkot 57 dan menolong setiap orang yang kesulitan uang buat ongkos dikasi, mana tau kelupaan kayak aku!(dan tahu gak, aku ketemu bapak yang tidak punya ongkos juga satu tahun kemudian dan aku kasih ke si Bapak ongkos buat pulang, haha)- kalian yang baca memang bisa ngakak, tetapi bagiku berharga banget lho, karena udah malam-. Dan aku tiba di simpang rumah, aku berterima kasih sama si abang.

Cerita berikutnya adalah tentang semasa kuliah, aku lupa semester berapa.  Aku kuliah di Psikologi USU(ada yah orang Psikologi gag tahu malu kayak gini? Yeah, that’s me!) Aku lupa lagi bawa uang, kali ini aku tidak membawa uang besar aku hanya memiliki 3000 padahal untuk ke kampus aku butuh 5000, naik 38 dari tj selamat dan naik angkot lagi alias ‘nyambung’(bahasa medan) ketika ada di Simpang Dr. Mansur.

Seperti biasa ketika menyadari ada yang kurang, aku mencari-cari dan mengeluarkan apa yang ada. Dan See, Tidak ada! Nothing! Dang Adong! Oebso! Aku berpikir dan mikir, gimana yah? Apa aku harus minjam sama kakak di sebelahku, atau aku bagaimana? Aku mengingat ada kedai, aku pikir lebih baik aku minjam sama kedai jadi aku bisa mengembalikan, Yah! Malu? Kukira aku sudah lupa pada saat itu rasa malu

Hal yang pertama kulakukan ketika akan tiba di simpang dr mansur adalah bilang ‘Pinggir Bang!’ dan memberikan uang pada si tukang angkot. Dan berikutnya aku meminjam uang kepada kedai itu, yang sebenarnya dia tidak kukenal sama sekali dan diapun tidak kenal aku

 Aku bilang ‘Dek, sowry tapi bisa tidak yah kakak pinjam uang 2000, karena ongkos kakak ga ada dan kakak harus ke kampus? Besok kakak kembalikan’ Puji Tuhan dia memberikan dan besoknya aku mengembalikan sesuai janjiku. Dan aku berterimakasih sekali kepada dia...
Well its really a true story about my self
Kalau kalian jadi aku, apa yang kalian lakukan?

Satu hal yang kutahu adalah orang-orang di dunia ini adalah orang yang baik, mereka yang tidak mengenal aku saja mau menolongku, dan sangat menyenangkan punya dunia yang peduli kepada kita. Kalau saja kita memberikan apa yang kita bisa berikan pada orang yang membutuhkan even kita gak kenal dia, pasti bagi dia sangat berharga like me, I’m so thankful!
Let we care about others!

Beberapa orang membutuhkan pertolongan karena nasib atau karena mereka yang membuat masalah bagi mereka sendiri. Apapun alasannya (kesalahannya atau bukan), bagian kita sebagai manusia adalah menolong sesama (SM,2013)

Yah ini cerita part 1 tentang angkot! Sebenarnya ada banyak hal yang kulakukan selain yang di atas  ketika tidak ada uang untuk ongkos karena pada dasarnya aku pelupa sampai sekarang. Yang paling sering kulakukan adalah meminjam uang kepada kawanku dan mengembalikannya di kemudian hari, ketika aku hanya punya uang besar aku memecahkan uangnya , meminjam uang pada kedai mie aceh di dekat rumahku, naik becak, tukang jualan di sekitar dan BERJALAN KAKI sampai tujuan walau jauh. Hal di atas kulakukan saat aku tidak ada handphone, lupa membawa handphone, habis pulsa atau habis baterai. Dan saat aku ada handphone hal yang kulakukan adalah meminta orang terdekat dari tempat tujuanku (kakak, teman, kawan kantor kakak, sepupuku) untuk menunggu di simpang dan memberikan ongkos.

You have to learn to solved your problem, it’s a shameful, stressful, or horrorful(wkkwkwkkwk),  but for the Goal  or the importance once, do the best you can!(SM, 2013)
Menyenangkan dapat menyelesaikan masalah yang kamu lakukan tetapi lebih baik mencegahnya sebelum kamu menghadapi masalah yang tidak bisa kamu selesaikan(SM,2013)

Untuk kalimat bijaksana ketiga aku masih berpikir bagaimana menyelesaikan pelupaku ini yah??????

Tidak ada komentar:

Posting Komentar