saat bicara soal wanita tangguh apa yang ada di pikiran Anda? Mungkin tertawa karena membayangkan wanita yang agak kelaki-lakian atau malah merasa aneh karena wanita harusnya lembut dan feminim bukan tangguh!
Kalau Anda memikirkan seorang wanita yang tangguh, siapa yang Anda pikirkan?
Apakah menjadi tangguh berarti harus berotot seperti Xena(wkwkkkww), wanita hero di drama dulu, atau sailormoon yang membasmi kejahatan("dengan kekuatan bulan........") atau Cut Nyaek Dien yang berperang demi Aceh, pahlawan dari Aceh?
Atau seorang wanita tangguh adalah seorang wanita yang sukses yang memimpin sperti Megawati Soekarno Putri?
Ya, setiap orang memiliki pikiran yang berbeda tentang menjadi tangguh...
Dalam tulisan ini saya akan bercerita tentang seorang wanita tangguh yang saya kenal. Dia tidak seperti Xena yang berotot, pahlawan atau seorang pemimpin. Dia adalah Gadis(nama samaran) dengan usia 33 tahun, dia hanyalah seorang ibu tunggal dengan tiga anak dengan satu anak berkebutuhan khusus. Anda pun belum tentu mengenal dia. Pekerjaanya hanyalah seorang pembantu rumah tangga dan tukang cuci lepasan dengan gaji yang pas-pasan dia membiayai keluarganya.
Yang mengesankan bagi saya adalah perjalanan hidupnya dimulai ketika masih remaja. Pada masa remaja, Gadis bukanlah seorang yang kaya atau pintar. Dia anak pertama dari 9 bersaudara dari keluarga sederhana. Karena kesederhanaannya dia pergi ke Malaysia untuk menjadi TKW. Di Malaysia di bekerja menjadi penjahit dari pabrik baju dengan gaji yang sangat pas-pasan karena banyaknya potongan dari pemerintah. Dengan gaji 350 ringgit di berusaha menyisakan 100 ringgit untuk disimpan supaya bisa dikirimkan kepada orang tuanya. Setiap hari bekerja hingga jam 10 atau jam 11 malam, tetapi gajinya tidak bertambah malah justru terkadang berkurang. Setiap hari dimarahin oleh atasnnya atau mendengar temannya dimarahin oleh atasannya. Hal ini membuatnya menangis setiap hari.
Pada akhirnya Gadis memang berpindah pekerjaan dan menjadi cleaning servis dengan gaji yang lebih baik. Perpindahan pekerjaan ini juga membuatnya bertemu dengan Satria laki-laki yang menikahkan dia. Sayangnya tidak seperti namanya satria bukanlah kesatria, satria adalah laki-laki yang malas dan tidak suka bekerja, dia lebih suka tidur seharian. Lebih parah lagi Satria justru suka mabuk dnegan kawan dan berjudi. Saat tidak diberikan uang Gadis justru dipukuli dan dimarahi hal itu terjadi saat Gadis hamil anak kedua.
Semasa hamil itu adalah masa penderitaan bagi Gadis, Anda bisa bayangkan semasa hamilnya dia harus bekerja, mengaush sepeda berkilo meter untuk bekerja, kadang bahkan harus puasa karena tidak memiliki uang. Bagi gadis itu adalah masa-masa kekelaman dan sangat menyakitkan. Bahkan anaknyapun harus lahir begitu saja(tanpa bantuan medis atau bantuan orang) di kamar mandi. Gadis sangat sedih dan merenungi kenapa dia bisa seperti ini, apa lagi ketiga melihat anaknya yang begitu kecil dan tidak mendapatkan kelahiran yang layak. Beberapa kali berpikir untuk bunuh diri karena tidak tahan dengan hidup. Bapak dari anak itu justru tidak peduli dengan anak itu dan mengataan "urus sendiri anakmu!" dia mencoba menitipkan anak pada saat bekerja tetapi tidak ada yang mau karena mereka tidak punya uang, maka beberapa kali dia harus membawa anaknyya bekerja..
malang yah?
saya sendiri tidak habis pikir kenapa seorang wanita bisa mengalami hal pahit ini...
dunia serasa tidak adil
Kadang saya membayangkan bahwa kalau saya ada disana saya rasa saya sudah gila. Tetapi Tuhan menolong dia, memberikan kekuatan untuk tangguh, kesabaran, ketekunan dan menolong dia
bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar