Rabu, 08 Mei 2013

Anugrah

Beberapa hari ini sebenarnya hidupku sedang tidak benar, baru saja aku mengaku kesalahan kepada Allah dan berikutnya aku langsung kumat dengan gila-gilaan, seolah aku Tuhan dalam hidupku. Aku bertanya pada diriku 'apa aku memiliki Kristus dalam diriku?' kenapa aku tidak seprti Dia. Kenapa aku terus menjadikan kesenangan dan hobi adalah Tuhan atas diriku.

Hari ini saat teduhku bilang soal kasih  dari 1 Yohanes 3: 19-24. Dalam hati aku mikir, paling dikasi tahu soal mengasihi, aku melihat soal hati menuduh diri. Kuanggap ucapan itu adalah soal bagaimana kita tidak mengasihi sesama sehingga hati kita menuduh diri kita. Rasanya itu tidak seperti diriku sekarang, aku bilang dalam diriku "Yang jadi masalah bukan aku tidak mengasihi sesama tetapi aku sedang berbuat dosa...."

Aku pada akhirnya membaca lagi ayat-ayat di atasnya, dikatakan bahwa ketika kita memiliki Kristus maka kita akan memancarkan Kristus, melihat diriku sekarang, aku bertanya kepada diriku 'Apakah aku sudah memiliki Kristus? kalau sudah kenapa aku tidak taat? atau jangan-jangan belum yah, ' Aku merasa bahwa aku bukan milik Tuhan, aku terbuang...

Aku membaca lagi 1 Yohanes 3 secara keseluruhan, kitab itu berkata bahwa "keselamatan adalah dari Tuhan, Dia menyucikan, Ia menyatakan diriNya, supaya Ia menghapuskan segala dosa" Aku masih tidak -ngeh pada saat itu, aku menyalahkan diriku yang tidak berdosa. Lalu aku bertanya kepada diriku, lalu bagaimana aku bisa memiliki Kristus? bagaimana aku bisa taat? aku tidak bisa...

Aku putuskan membaca hasil perenungan penulis, Dia memulai dengan karya penyelamatan adalah anugrah, bagaimana mungkin karena ketidaktaatan kita maka Tuhan membuang kita. Iya juga yah pikirku, masa Allah tidak mengampuniku, lalu bagaimana?

Aku tersadar dengan hati yang menuduh, hati yang menuduh ternyta bukan hanya kepada saesama ketika susah mengasihhi sesama tetapi bisa juga diinterpretasikan soal mengasihi Allah. Hatiku menuduhku akan kasih Allah, bahwa Allah hanya mengasihi anak-anak taat, anak yang melakukan perintahnnya. Hatiku menuduhku dengan kasihku pada Allah dan kemampuanku tidak mengasihi Allah
Allah tidak mengasihiku karena aku kasih kepadaNya tetapi karena dia mengasihi. Aku sadar bahwa dia tahu soal aku yang lemah dan aku merasa bahwa dia sedang bilang percayakah kamu kalau Aku yang akan mengerjakan semuanya, termasuk bagaimana kamu bisa taat kepadaku tetapi gimana caranya? Aku gag tahu, tetapi hari ini aku ditantang untuk mempercayakan semuanya kepada Allah, percaya dan berimanlah...
dan untuk kasih itu maka aku pun harus belajar mengasihi sesama. Pada dasarnya aku lebih fokus kepada yang pertama mungkin karena kondisi pribadiku ini.

AKu berdoa: "Ajar aku percaya dan beriman. aku tidak tahu bagaimana caranya tetapi ajarkan aku"
Kalau Tuhan menginginkan aku meninggalkan hobi dan kesenanganku pasti dia akan memampukanku....

Dan baru saja aku chatting dengan sahabatku tentang hidup dan skripsi kami...
Rencana Tuhan kali yah kalau kami bisa chatting. Dia juga sedang dalam kondisi yang sama, merasakan ketidaklayakan. Aku share apa yang terjadi juga denganku dan aku jadi tersadar juga tentang satu hal "Aku memang harus jatuh bangun dan terbanting sampai aku takut bertemu Allah menyadari hinanya diriku, Dan mengalami kasih pengampunan Tuhan hingga aku tahu bahwa anugrah keselamatan dan ketaatan itu mahal dan luar biasa"

Why You have chosen me out of million Your Child to be
You know all the wrog that I have done
Oh How could You pardon me, forgive my iniquity
and give me Jesus Your son

Oh Lord let me be what You want me to be
Your word I will try to obey
My life I now give for You, I will live
And walk by your side all the way...


Hope I will treasure the Grace that He have done
Hope I know How to trust and obey My Lord, Hope I experience God
Hope I will walk by Your side all the way


Pray for you, dear friend who seeking the Face of God


Tidak ada komentar:

Posting Komentar