Umat yang Mengetahui Kisah di mana Mereka Turut Mengambil Bagian
Gereja mula-mula begitu gigih dalam pengabaran injil dan
rela menjadi martir. Hal yang menyebabkan setiap orang mampu seperti itu adalah
karena pemahaman akan seluruh isi Alkitab bukan hanya soal amanat agung. Ketika
Paulus menjelaskan soal injil dia tidak berbicara soal penglihatannya di
Damsyik tetapi dia memaparkan seluruh perjanjian lama dan mengutip kitab Amos
dalam pemberitaan injilnya, begitu pula Yesus ketika jalan di Emaus justru
memaparkan soal penggenapan janji Allah pada kitab perjanjian lama.
Injil bukanlah hanya sekedar kisah kejatuhan manusia dan
penebusan Kristus. Tetapi injil berawal dari sebuah penciptaan yang agung dari
Allah yang membuat manusia menyadari identitas dirinya, lalu manusia memberontak
kepada Allah. Dan dalam pemberontakan itu Allah mengadakan penebusan melalui
bangsa Israel yang akhirnya gagal membawa keselamatan bagi bangsa lain yang
membuat kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang tidak berdosa , semua akan
jatuh ke dalam maut. Tetapi Allah tetap bekerja lewat Israel melalui Kristus
yang turun ke dunia mengerjakan karya penyelamatan, dan kehadiran Roh Kudus
mentranformasi tiap-tiap umat. Kedatangan Kristus ini membawa akhir agung yaitu
ciptaan yang baru.
Akhir zaman bukan hanya sekedar penghakiman tetapi sebuah awal yang baru ciptaan yang baru. Janji itu membuat setiap umat untuk tidak hanya diam dan menerima keselamatan tetapi turut bekerja dalam karya besar penyelamatan Allah bagi dunia. Bangsa terpecah menjadi bangsa yang bersatu menyanyikan pujian kemuliaan bagi Allah. Kisah ini menjadikan sebuah karya penyelamatan yang luas dan komprehensif.
Saya menyadari bahwa Alkitab bukan hanya perjanjian baru tetapi juga perjanjian lama. Dalam setiap isi Alkitab berisi tentang penyataan-penyataan Allah, karya yang dimulai Allah dan yang pada akhirnya diselamatkan oleh Allah sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar