Kamis, 25 Juli 2013

hasil Perenungan Firman Advent 1: Menantikan Keadilan

"Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menepati janji yang telah kukatakan kepada kaum Israel dan kaum Yehuda.
Pada waktu itu dan pada masa itu Aku akan menumbuhkan Tunas keadilan bagi Daud. Ia akan melaksanakan keadilan dan kebenaran di negeri. Pada waktu itu Yehuda akan dibebaskan, dan Yerusalem akan hidup dengan tenteram. dan dengan nama inilah mereka akan dipanggil: TUHAN keadilan kita!"

Kalau mendengar kata "keadilan" dan Anda mengaitkan dengan apa yang terjadi dengan kondisi di sekitar Anda, apa yang terpikir dibenak Anda? Kebanyakan dari kita akan berpikir bahwa keadilan bahwa dunia ini tidak adil, apakah ini era yang tepat untuk mengharapkan keadilan? Anda begitu banyak melihat ketidakadilan di dunia ini. Anda dan saya melihat berita tentang Indonesia dan kecewa dengan apa yang ada, melihat dunia kampus dan kecewa dengan apa yang ada, beberapa yang magang ketika perkuliahan melihat "dunia yang sebenarnya" dan kembali kecewa, ketika di rumah cara orang tua memperlakukan kita dengan saudara lain kerap kita rasa tidak adil, bahkan kita kerap merasa bahwa Tuhan tidak adil dan seolah diam saja akan keadilan, secara khusus ketika kita adalah korban dari "rasa" ketidakadilan. Sampai Anda dan saya skeptis akan adanya keadilan di dunia ini.

Apakah memang tidak ada keadilan di dunia ini?
 Saya dan Anda meyakini bahwa Kristus sudah datang ke dunia untuk membawa transfromasi dunia. Lalu kenapa tidak ada perubahan?

"....Pada waktu itu dan pada masa itu Aku akan menumbuhkan Tunas keadilan bagi Daud. Ia akan melaksanakan keadilan dan kebenaran di negeri....."

Sepenggal ayat di atas membawa saya ke dalam perenungan singkat. Tuhan akan menumbuhkan Tunas keadilan? siapakah Tunas itu? Ayat ini memang mengarahkan kepada Kristus yang akan datang ke dunia. Tetapi tunas daud bisa juga diinterpretasikan sebagai Saya dan Anda-orang yang sudah ditebus Allah dan menerima keselamatan. Allah mengadakan transformasi dunia melalui anak-anakNya yang hidupnya sudah ditransformasikanNya. Penebusan oleh Kristus akan membawa seseorang menjadi warga kerajaan Allah, sebagaimana warga kerajaan Allah hidup seperti itu pula orang tersebut hadir di dunia ini.
Sebagai mana identitas saya ada, sudahkah saya adil terhadap kewarganegaraan yang saya miliki dengan hidup yang saya hidupi?


Keadilan akan dimunculkan oleh anak-anak Tuhan yang sudah dibebaskanNya dari dosa...
Bagaimana mungkin kita mengharapkan keadilan dari orang yang belum merasakan penebusan? Maka bagian dari setiap orang yang ditebus Allah adalah hidup sesuai dengan kewarganegaraan yang dia miliki, status dan peran yang dia emban.
Saat seorang anak Allah adil terhadap status yang dia miliki saat itulah transformasi dunia sedang berkerja, sama seperti butterfly effect,  seperti itulah kehadiran anak-anak Allah di dunia ini. Setiap hal yang dilakukan oleh orang percaya akan dilihat oleh dunia dan membawa pengaruh.

Ketika Anda mengejar keadilan, kejarlah dari diri Anda. Adillah terhadap diri sendiri dahulu, adilkah Anda sebagai mahasiswa yang mengerjakan studi dengan ketaatan? adilkah Anda sebagi seorang pekerja yang disiplin dan tidak melakukan korupsi? adilkah Anda sebagai anak untuk menghormati orang tua? adilkah Anda sebagai orangtua untuk mengasihi anak-anak? adilkah Anda sebagai warga Kerajaan Allah hidup dalam ketaatan sesehari?






cat:(Tulisan ini saya buat ketika di bulan Desember Awal dan direvisi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar