Selasa, 30 Juli 2013

MISI UMAT ALLAH

hasil kerja sks dan banyak bersalahan...

thx for : Kak IIyani, Kak Juni, Bang Billy dan Kak Gres (ikut menulis/memberi pemahaman)



MISI UMAT ALLAH
            Allah memiliki sebuah tujuan besar untuk dunia ini, dan dalam mewujudkan misi itu Allah memanggil setiap umatNya itulah misi umat Allah. Christoper menyatakan bahwa “segala sesuatu yang dikatakan, serta dilakukan orang Kristen dan jemaat semestinya bersifat misioner....” berarti bahwa setiap hal yang kita lakukan adalah dalam rangka membawa seluruh umat kepada Kristus. Artinya apa yang kita kerjakan adalah agenda Tuhan, hidup kita adalah sebuah misi. Dalam pengerjaan tentang misi itu dibutuhkan sebuah pemahaman yang utuh tentang injil. Kebanyakan kita justru hanya memfokuskan penginjilan kepada kejatuhan manusia dan penyelamatan Kristus, kesalahan pemahaman tentang isi Alkitab membuat kita mereduksi makna dari setiap kitab. Alkitab dimulai dari kisah penciptaan, pemberontakan manusia, penebusan melalui Israel, penebusan melalui Kristus, kehadiran Roh Kudus, Kedatangan Kristus kedua kalinya dan diakhiri dengan sebuah restorasi ciptaan yang rusak, ciptaan yang baru. Hal ini membawa kita kepada sebuah pengertian baru  bahwa penyelamatan oleh Kristus bukan hanya penyelamatan atas dosa manusia tetapi juga penyelamatan atas tatanan alam, penebusan atas tatanan alam. Misi penebusan Allah juga mencakup seluruh ciptaan.
            Dalam menjalankan misi ini kita dituntut untuk keluar dari zona nyaman kita. Seperti Abraham yang taat meninggalkan tanah kelahirannya untuk membawa berkat bagi bangsa-bangsa seperti itu juga ketika kita melihat dunia ini. Kita harus taat kepada pimpinan Tuhan yang mengarahkan kepada ladang misi kita masing-masing. Dunia sudah begitu rusak dan tidak mengetahui mana yang baik dan yang benar. Dunia membutuhkan suatu komunitas yang hidup di dalam cara yang ditunjukkan Tuhan. Ketika kita gagal untuk hidup dalam cara yang ditunjukkan Tuhan kita sedang merintangi Allah dalam mewujudkan misiNya bagi dunia. Allah sudah memilih kita, maka kita sebagai umat yang ditebus Allah, harus hidup menurut jalannya Tuhan. Penebusan yang telah dilakukan Allah pada hidup kita membuat kita hidup dalam penebusan. Hidup dalam penebusan bukan hanya berarti dosa-dosa kita tetapi secara holistik. Sebagaimana Tuhan menuntun bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, Allah membebaskan mereka dalam tatanan spiritual, ekonomi, politik dan sosial. Sehingga kita pun harus terlibat dalam kehidupan penebusan secara holistik. Kita tidak bisa lagi peduli hanya kepada apakah seseorang sudah menerima Kristus sebagai Juruslamat pribadi tetapi kita juga melihat kepada ketidak adilan politis, eksploitasi ekonomi, penindasan sosial dan tentunya belenggu spiritual.
Allah telah menyatakan perbuatanNya dan dalam anugerahNya kepada Israel yang membuat itu menjadi kisah dimana Israel menyadari siapa Allah, siapa mereka dan harus melakukan apa. Kisah Israel adalah juga bagian kisah kita, bagian kisah besar yang memberi makna dan tujuan dalam hidup kita sebagai umat Allah. Dalam kisah Israel Disini diingatkan dan disadarkan kembali bahwa kisah hidup kita adalah anugerah Allah. Anugerah masalalu yaitu anugerah keselamatan, anugerah masa depan yaitu membawa semua bangsa mengenal dan mengasihi Allah dan anugerah masa kini –saat ini- seorang imam, hidup kita adalah hidup yang mempresentasikan Allah kepada dunia yang menunjukkan perbedaan antara kekudusan dan keburukan. Dan hal itu pun semakin menyadarkan bahwa kita adalah umat yang mewakili Allah di hadapan dunia.  Untuk dapat menarik seseorang untuk dapat tertarik terhadap sesuatu kita harus memliki sesuatu yang menarik dan berbeda. Begitu pula untuk menjadi umat yang menarik orang lain kepada Allah diperlukan sesuatu yang berbeda yang ada di dunia ini. Ketika kita ingin menarik orang lain kita harus terbuka untuk dilihat, dibandingkan dan ditantang, menarik para pencari, mengundang kekaguman kepada Allah, mengundang ibadah, mengundang persetujuan.
Namun, kita akan memiliki banyak tantangan dan dilemma dalam kehidupan kita. Kompromi-kompromi dalam kehidupan yang membuat kita berpaling dalam daripada Allah. Pengenalan akan Allah yang benar akan sangat menolong kita tetap setia dalam kehidupan. Mengenal Allah akan membuat kita merindukan Allah terkenal ditengah dunia. Mengenal Allah juga akan membuat kita memiliki kesetiaan yang terbagikan, hanya Tuhan yang ada dalam hidup kira.
Dan tentunya, injil bukan hanya lewat kesaksian hidup melainkan secara verbal. Bersaksi mengenal Kristus kepada dunia. Injil yang kita bagiakan bukanlah injil biasa atau sepenggal tetapi sebuah hal yang luar biasa kepada dunia, sebagaimana Paulus mengungkapkan. Kisah yang di mulai dari penciptaan dan  perjanjian lama dan diakhir dengan ciptaan yang baru Karya salib yang memperdamaikan Yahudi dan nonYahudi dan menciptakan satu umat manusia baru bukan sekedar suatu produk sampingan dari Injil, tetapi adalah jantung dari Injil itu sendiri. Injil adalah sebuah iman dan ketaatan, injil adalah sebuah berita yang harus didengar, injil adalah pribadi dan kosmis, injil adalah dari Allah, kasih karunia, janji Allah, kesetiaan Allah, leselamatan dari Allah, Putra Allah, umat Allah dan kemuliaan Allah.
Untuk sebuah berita yang begitu besar itu, kisah ini perlu dibagikan dari generas ke generasi. Setiap orang yang sudah diutus Allah harus mengutus murid untuk menyebarkan berita ini.  Setiap orang di utus ke ladang misinya masing-masing. Kisah panjang pengutusan Allah sudah mencapai klimaks dalam Kristus, dari Kristus misi itu mengalir ke gereja sampai Dia datang kembali. Maka setiap gerja harus membina setiap anggotanya menjadi murid dan mengerjakan misi keluar dari zona nyamannya. Kita diutus ke dalam dunia seperti Bapa sudah mengutus Yesus.
Kita harus melihat bahwa tidak ada perbedaan kasta antara pergi ke suatu tempat dan menjadi misionaris dan kembali ke ranah publik dan bersaksi disana. Kedua hal tersebut memiliki porsi yang sama dan berkenan kepada Allah. Kedua hal tersebut sama-sama berperan dalam menghadirkan kerajaan Allah di dunia. Penginjilan serta tindakan sosial juga tidak boleh terdikotom sebab keduanya berimplikasi satu sama lain. Sebagai umat Allah,kita memiliki misi untuk memberitakan Injil yang utuh, melakukan konfrontasi terhadap dunia, menjadi berkat di tengah masyarakat, dan melakukan pembinaan. Haruslah dilakukan misi holistik, misi integral.  Kita harus menyadari pula bahwa seluruh kehidupan kita adalah misi. Dan sasaran misi kita adalah agar seluruh manusia mengenal, mengaku Allah adalah Tuhan,memuliakan Allah, serta beribadah kepadaNya.


Christo Billy Simanjuntak
Grace Tinawati Sitorus
Iiyani H. Tarigan
Juni Triana Sitompul
Satriani Manalu (editor)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar