thx for : Kak IIyani, Kak Juni, Bang Billy dan Kak Gres (ikut menulis/memberi pemahaman)
MISI UMAT ALLAH
Allah
memiliki sebuah tujuan besar untuk dunia ini, dan dalam mewujudkan misi itu
Allah memanggil setiap umatNya itulah misi umat Allah. Christoper menyatakan
bahwa “segala sesuatu yang dikatakan,
serta dilakukan orang Kristen dan jemaat semestinya bersifat misioner....”
berarti bahwa setiap hal yang kita lakukan adalah dalam rangka membawa seluruh
umat kepada Kristus. Artinya apa yang kita kerjakan adalah agenda Tuhan, hidup
kita adalah sebuah misi. Dalam pengerjaan tentang misi itu dibutuhkan sebuah
pemahaman yang utuh tentang injil. Kebanyakan kita justru hanya memfokuskan
penginjilan kepada kejatuhan manusia dan penyelamatan Kristus, kesalahan
pemahaman tentang isi Alkitab membuat kita mereduksi makna dari setiap kitab.
Alkitab dimulai dari kisah penciptaan, pemberontakan manusia, penebusan melalui
Israel, penebusan melalui Kristus, kehadiran Roh Kudus, Kedatangan Kristus
kedua kalinya dan diakhiri dengan sebuah restorasi ciptaan yang rusak, ciptaan
yang baru. Hal ini membawa kita kepada sebuah pengertian baru bahwa penyelamatan oleh Kristus bukan hanya
penyelamatan atas dosa manusia tetapi juga penyelamatan atas tatanan alam,
penebusan atas tatanan alam. Misi penebusan Allah juga mencakup seluruh
ciptaan.
Dalam menjalankan misi ini kita
dituntut untuk keluar dari zona nyaman kita. Seperti Abraham yang taat
meninggalkan tanah kelahirannya untuk membawa berkat bagi bangsa-bangsa seperti
itu juga ketika kita melihat dunia ini. Kita harus taat kepada pimpinan Tuhan
yang mengarahkan kepada ladang misi kita masing-masing. Dunia sudah begitu
rusak dan tidak mengetahui mana yang baik dan yang benar. Dunia membutuhkan
suatu komunitas yang hidup di dalam cara yang ditunjukkan Tuhan. Ketika kita
gagal untuk hidup dalam cara yang ditunjukkan Tuhan kita sedang merintangi
Allah dalam mewujudkan misiNya bagi dunia. Allah sudah memilih kita, maka kita
sebagai umat yang ditebus Allah, harus hidup menurut jalannya Tuhan. Penebusan
yang telah dilakukan Allah pada hidup kita membuat kita hidup dalam penebusan.
Hidup dalam penebusan bukan hanya berarti dosa-dosa kita tetapi secara
holistik. Sebagaimana Tuhan menuntun bangsa Israel keluar dari tanah Mesir,
Allah membebaskan mereka dalam tatanan spiritual, ekonomi, politik dan sosial.
Sehingga kita pun harus terlibat dalam kehidupan penebusan secara holistik.
Kita tidak bisa lagi peduli hanya kepada apakah seseorang sudah menerima
Kristus sebagai Juruslamat pribadi tetapi kita juga melihat kepada ketidak
adilan politis, eksploitasi ekonomi, penindasan sosial dan tentunya belenggu
spiritual.
Allah telah menyatakan
perbuatanNya dan dalam anugerahNya kepada Israel yang membuat itu menjadi kisah
dimana Israel menyadari siapa Allah, siapa mereka dan harus melakukan apa.
Kisah Israel adalah juga bagian kisah kita, bagian kisah besar yang memberi
makna dan tujuan dalam hidup kita sebagai umat Allah. Dalam kisah Israel Disini
diingatkan dan disadarkan kembali bahwa kisah hidup kita adalah anugerah Allah.
Anugerah masalalu yaitu anugerah keselamatan, anugerah masa depan yaitu membawa
semua bangsa mengenal dan mengasihi Allah dan anugerah masa kini –saat ini-
seorang imam, hidup kita
adalah hidup yang
mempresentasikan Allah kepada dunia yang menunjukkan perbedaan antara kekudusan
dan keburukan. Dan hal itu pun semakin menyadarkan bahwa kita adalah umat yang
mewakili Allah di hadapan dunia. Untuk
dapat menarik seseorang untuk dapat tertarik terhadap sesuatu kita harus memliki sesuatu yang menarik dan berbeda.
Begitu pula untuk menjadi umat yang menarik orang lain kepada Allah diperlukan
sesuatu yang berbeda yang ada di dunia ini. Ketika kita ingin menarik orang lain kita harus terbuka
untuk dilihat, dibandingkan dan ditantang, menarik para pencari,
mengundang kekaguman kepada Allah, mengundang ibadah, mengundang persetujuan.
Namun,
kita akan memiliki banyak tantangan dan dilemma dalam kehidupan kita. Kompromi-kompromi
dalam kehidupan yang membuat kita berpaling dalam daripada Allah. Pengenalan
akan Allah yang benar akan sangat menolong kita tetap setia dalam kehidupan.
Mengenal Allah akan membuat kita merindukan Allah terkenal ditengah dunia.
Mengenal Allah juga akan membuat kita memiliki kesetiaan yang terbagikan, hanya
Tuhan yang ada dalam hidup kira.
Dan
tentunya, injil bukan hanya lewat kesaksian hidup melainkan secara verbal.
Bersaksi mengenal Kristus kepada dunia. Injil yang kita bagiakan bukanlah injil
biasa atau sepenggal tetapi sebuah hal yang luar biasa kepada dunia,
sebagaimana Paulus mengungkapkan. Kisah yang di mulai dari penciptaan dan perjanjian lama dan diakhir dengan ciptaan
yang baru Karya salib
yang memperdamaikan Yahudi dan nonYahudi dan menciptakan satu umat manusia baru
bukan sekedar suatu produk sampingan dari Injil, tetapi adalah jantung dari
Injil itu sendiri. Injil adalah sebuah iman dan ketaatan,
injil adalah sebuah berita yang harus didengar, injil adalah pribadi dan
kosmis, injil adalah dari Allah, kasih karunia, janji Allah, kesetiaan Allah,
leselamatan dari Allah, Putra Allah, umat Allah dan kemuliaan Allah.
Untuk
sebuah berita yang begitu besar itu, kisah ini perlu dibagikan dari generas ke
generasi. Setiap orang yang sudah diutus Allah harus mengutus murid untuk
menyebarkan berita ini. Setiap orang di
utus ke ladang misinya masing-masing. Kisah panjang pengutusan Allah sudah
mencapai klimaks dalam Kristus, dari Kristus misi itu mengalir ke gereja sampai
Dia datang kembali. Maka setiap gerja harus membina setiap anggotanya menjadi
murid dan mengerjakan misi keluar dari zona nyamannya. Kita diutus ke dalam
dunia seperti Bapa sudah mengutus Yesus.
Kita harus melihat bahwa tidak ada
perbedaan kasta antara pergi ke suatu tempat dan menjadi misionaris dan kembali
ke ranah publik dan bersaksi disana. Kedua hal tersebut memiliki porsi yang
sama dan berkenan kepada Allah. Kedua hal tersebut sama-sama berperan dalam
menghadirkan kerajaan Allah di dunia. Penginjilan serta tindakan sosial juga
tidak boleh terdikotom sebab keduanya berimplikasi satu sama lain. Sebagai umat
Allah,kita memiliki misi untuk memberitakan Injil yang utuh, melakukan
konfrontasi terhadap dunia, menjadi berkat di tengah masyarakat, dan melakukan
pembinaan. Haruslah dilakukan misi holistik, misi integral. Kita harus menyadari pula bahwa seluruh
kehidupan kita adalah misi. Dan sasaran misi kita adalah agar seluruh manusia
mengenal, mengaku Allah adalah Tuhan,memuliakan Allah, serta beribadah
kepadaNya.
Christo Billy Simanjuntak
Grace Tinawati Sitorus
Iiyani H. Tarigan
Juni Triana Sitompul
Satriani Manalu (editor)