Tanggal 22 kemarin adalah hari ibu. Apa yang kalian lakukan?(1.)
Apa kalian ucapkan langsung atau sms atau telpon mama bilang “Ma, selamat hari
ibu!”, atau( 2.) seperti beberapa teman saya langsung update status tentang
mamanya,( 3.) tapi ada juga beberapa yang tidak bisa melakukannya karena
mamanya sudah meninggal (T T), sayangnya (4.)ada juga yang merasa biasa aja
dengan hari itu (a.)katanya “masak hanya manjain mama hanya satu hari, gag
cukup dong! Jadi gag perlu yang namanya celebration..., jadikan hari ibu tiap
hari” atau (b)karena sibuk merasa tidak penting atau (c)karena malu karena di
keluarga tak terbiasa(saya dulu seperti ini... hehhehhe). Apapun itu yang
kalian lakukan, hari ini, aku ingin berbagi soal motherhood sama kalian semua.
Motherhood itu kalau diterjemahkan langsung adalah “keibuan” tapi kalau aku
sendiri mendefinisikan motherhood sebagai pengalaman mengasuh anak
Girls,..pernah membayangkan kalau kalian sudah menikah dan
kalau kalian pertama kali tahu mengandung?(yang laki-laki mau bayangin juga gag
apa,hahhaha ) Apa yah yang mungkin kalian akan rasakan? Senang? Pastinya dong! (kecuali
kalau belum menikahà
berharap tidak ada yang melakukan). Tapi apa hanya itu yang dipikirkan dan
dirasakan? If I were her(woman with womb), reaksiku mungkin takut, degdegan,
dan pasti punya tanggung jawab berat karena ini yang pertama. Apa aku bisa?
Bagaimana kalau gugur? (dan menurut aku, kondisi ini akan semakin dipikirkan
kalau berhadapan dengan postur tubuh dan kondisi kesehatan), But they(mothers) still very happy karena It’s
a grace! Bisa punya anak, dan entah kenapa seolah insting maternal pada wanita
membuat wanita bahagia waktu punya anak. They
try to protect the wombs, kasi gizi yang cukup dan menjaga kesehatan.
Padahal tahu gag? Setiap wanita itu tahu yang namanya hamil
gag enak karena ada reaksi-reaksi biologis yang membuat sensitif terhadap bau
dan hak-hal lain sehingga bisa muntah, mual, sakit perut, belum lagi perut gendut dan
pastinya berat kan kalau berjalan, atau setelah melahirkan juga badan besar(badan
melar, hahhahaàyang
seringnya membuat khawatir). Dan tahukan semua wanita tahu kalau melahirkan itu
sangat sakit, bahkan beberapa bisa kehilangan nyawanya, setelah melahirkan para
ibu tetap dalam masa pemulihan, mengalami menstruasi terus-menerus, susah
berjalan dan lain-lain. Tapi mereka tetap melaluinya, menahan sakit dan berjuang
menahan konsekuensi-konsekuensi yang lain. Seorang ibu yang memiliki anak gangguan mental
bahkan pernah mengatakan kepada saya alasan dia tetap berjuang anaknya “Opung
udah rasakan yang namanya susah sewaktu mengandung dia dan melahirkan dia,
sakit sekali waktu itu, dengan kondisi itu gimana bisa opung meninggalkan dia?”(pada
masa dia mengandung 2 bulan suaminya meninggal jadi mungkin akan lebih berat
bagi dia).
That’s why kamu berharga. Tahu gag? Mereka senang sekali
ketika mendengar suara kamu di kandungan, gerakan-gerakan tubuh kamu meskpun
kadang buat dia sakit. Waktu kamu dan aku di kandungan banyak sekali orang yang
menantikan kelahiranmu, mungkin bapak, kakek nenek, tante dan sahabat mamamu
ngecek “lagi ngapain?” dan mamamu tahu benar kamu sedang dengar dan ngasih tahu
kamu ngerespon. Mereka seolah punya indera keenam yang tahu kamu dikandungan
lagi ngapain, apa sedang tidur, sedang kelelahan atau sedang senang. Makanya
dia bicara setiap hari samamu, mereka pasang musik mozart supaya kamu pintar
dan yang paling penting mereka membicarakan tentang Tuhan kepadamu supaya kamu
kenal dan mengasihi penciptamu selain itu membicarakan hal-hal yang indah
supaya kamu gag takut keluar nantinya(bener gag yah?).
Apakah selesai sampai momen melahirkan? Gak lho... fase
berikutnya lebih menakutkan...
Tahu gag sih waktu kamu bayi itu sangat menyebalkan? Okeh, kamu
emang lucu dan dipuji-puji sama orang-orang sejagad raya, tapi tingkahmu itu
lho.... pipis sembarangan, pup, nangis-nangis, dan gag jelas lagi ngomong apa. Kadang
mereka merasa kesal, capek, lelah dan bertanya apa asiknya sih jadi ibu? Dan tahu
gag selain ibumu biasanya orang akan menyerah menjagamu. Tapi dalam setiap
emosi negatif yang ibu rasakan mereka berusaha memenuhi kebutuhanmu, karena
waktu liat ketawa dan senyummu seolah-olah semua terobati. They try to
understand you dan entah kenapa biasanya nih semua ibu di dunia tahu bayinya
mau apa kamu mau apa , apakah lapar, sedang kepanasan, mau minum, mau tidur
dll. Itu anugrah yang Tuhan berikan untuk setiap ibu untuk bisa mengerti bahasa
bayinya.
Waktu kamu toddler... wuih... lari kesana-sini, main-main,
berantakan mainan barang, makanan dan masih egois banget mintanya apa-apa. Kebayang
gag sih mama atao ibumu ngejar-ngejar kamu. Baju kamu dari yang bersih sampai
jadi kotor, menyentuh semua yang ada dan seringnya suka menjatuhkan diri karena
gag perhatikan lingkungan sekitar. Dia sering emosi disini, karena dia sudah
cukup lelah dengan membereskan apa yang kamu kerjakan tetapi kamu tidak peduli.
Dan kemudian dia belajar memaafkan mengajarn kamu pipis dan buang air,
membereskan apa yang kamu kerjakan. lebih besar lagi dan kamu udah bisa ngomong
dan tahu apa yang sering kamu katakan? Bukan makasih ma tapi “apa itu ma?” dan “kenapa?”
kenapa dan kenapa? Itu pertanyaan yang paling susah. Awalnya dia exciting dan
menjelaskan banyak tapi lama-kelamaan bingung menjawab apa, apalagi kalau kamu
nanya hal sensitif(sayangnya nih kamu tidak tahu dan seolah tidak mengerti
perasaan mama). Terus menanyakan kenapa dan kenapa? Mungkin dia pernah
membentakmu karena menanyakannya habisnya dia terlalu lelah sekali dan bingung
menjawabnya.
Kamu udah SD kelas 3... Apa yang terjadi pada saat itu? Kayaknya
kamu jawab sendiri saja apa yang sudah dilakukan mama ato ibumu waktu
menyelesaikan bangku SD
SMP n SMA kamu udah mulai agak jauh, kamu sering nonton tv,
jalan sama kawan dan habiskan waktu dengan temanmu. Kadang dia kangen kamu
lho... tapi seringnya kita gag ngerti. Khwatir dengan apa yang kamu nonton,
baca dan siapa temanmu(khususnya pada laki-laki), apakah kamu baik-baik saja
karena seolah ibumu tidak kenal kamu lagi dan kamu mulai jadi orang yang berbeda.
Dia takut kamu jatuh dalam pergaulan bebas makanya dia suka menanyakan dan
melarang hal-hal yang bagi kamu tidak penting. Kamu rasa mungkin dia hanya
mengingatkan kamu soal studimu dan seolah-olah menuntut tentang studimu padahal
mungkin hanya itu yang bisa dia bincangkan denganmu dan karena dia
mempertimbangkan masa depanmu. Tapi kamu sering bilang “mamak gag ngerti, apa
lah yang mamak ngerti?” Pada kenyataannya, pernah gag kamu mencoba mengerti
ibumu? Merasakan kesepian waktu kamu semakin jauh? Apalagi kalau kamu anak
terakhir atau anak tunggal. Pasti akan semakin sepi ketika kamu jauh.
Masa-masa berikutnya dia mempersiapkan diri berpisah
denganmu karena kamu akan mandiri. Dia yang tadinya terbiasa untuk mengasuh dan
membantumu terpaksa berdiam diri. Karena kamu harus mandiri dan tidak
bergantung. Kesepian semakin kuat, ketika dia seolah ditinggal oleh semua
anaknya. Rasanya seolah membesarkan anak untuk membiarkannya pergi. Dia tahu kalau
dia harus melepas. Dia berjuang untuk tidak campur tangan ketika kamu bekerja
dan hubunganmu dengan pacarmu hanya insting maternalnya membuat dia begitu
peduli denganmu. Tapi sebenarnya dia senang kalau kamu sudah mandiri karena dia
tahu itu tugasnya makanya dia sering bertanya apa kamu sudah dapat kerja? Ketika
kamu baru lulus atau siapa pacarmu? Belajar
untuk berhikmat menanyakan pola hidupmu karena kamu kesal dan mengatakan “Aku
sudah dewasa lho mak” Waktu yang dia
tunggu adalah hari liburmu waktu kalian sekeluarga berkumpul bersama tanpa
diganggu pekerjaan atau janji-janjimu. hanya kesepian tetap ada.
Dan waktu kamu datang dengan membawa cucunya, dia begitu
senang karena dia teringat kembali dengan masa lalunya dan ingin merawatnya.
Jadi waktu liburan begini ayo buat quality time dengan
keluarga! Jangan malas-malasan.... hahaha (hahahah, seems that i’ve talked to
myself)
HAPPY MOTHER’S DAY J
MOM!
Sorry telat posting buat hari ibunya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar