Minggu, 23 Desember 2012

Mother’s Day: Motherhood...



Tanggal 22 kemarin adalah hari ibu. Apa yang kalian lakukan?(1.) Apa kalian ucapkan langsung atau sms atau telpon mama bilang “Ma, selamat hari ibu!”, atau( 2.) seperti beberapa teman saya langsung update status tentang mamanya,( 3.) tapi ada juga beberapa yang tidak bisa melakukannya karena mamanya sudah meninggal (T T), sayangnya (4.)ada juga yang merasa biasa aja dengan hari itu (a.)katanya “masak hanya manjain mama hanya satu hari, gag cukup dong! Jadi gag perlu yang namanya celebration..., jadikan hari ibu tiap hari” atau (b)karena sibuk merasa tidak penting atau (c)karena malu karena di keluarga tak terbiasa(saya dulu seperti ini... hehhehhe). Apapun itu yang kalian lakukan, hari ini, aku ingin berbagi soal motherhood sama kalian semua. Motherhood itu kalau diterjemahkan langsung adalah “keibuan” tapi kalau aku sendiri mendefinisikan motherhood sebagai pengalaman mengasuh anak
Girls,..pernah membayangkan kalau kalian sudah menikah dan kalau kalian pertama kali tahu mengandung?(yang laki-laki mau bayangin juga gag apa,hahhaha ) Apa yah yang mungkin kalian akan rasakan? Senang? Pastinya dong! (kecuali kalau belum menikahà berharap tidak ada yang melakukan). Tapi apa hanya itu yang dipikirkan dan dirasakan? If I were her(woman with womb), reaksiku mungkin takut, degdegan, dan pasti punya tanggung jawab berat karena ini yang pertama. Apa aku bisa? Bagaimana kalau gugur? (dan menurut aku, kondisi ini akan semakin dipikirkan kalau berhadapan dengan postur tubuh dan kondisi kesehatan),  But they(mothers) still very happy karena It’s a grace! Bisa punya anak, dan entah kenapa seolah insting maternal pada wanita membuat wanita bahagia waktu punya anak. They  try to protect the wombs, kasi gizi yang cukup dan menjaga kesehatan.
Padahal tahu gag? Setiap wanita itu tahu yang namanya hamil gag enak karena ada reaksi-reaksi biologis yang membuat sensitif terhadap bau dan hak-hal lain sehingga bisa muntah,  mual, sakit perut, belum lagi perut gendut dan pastinya berat kan kalau berjalan, atau setelah melahirkan juga badan besar(badan melar, hahhahaàyang seringnya membuat khawatir). Dan tahukan semua wanita tahu kalau melahirkan itu sangat sakit, bahkan beberapa bisa kehilangan nyawanya, setelah melahirkan para ibu tetap dalam masa pemulihan, mengalami menstruasi terus-menerus, susah berjalan dan lain-lain. Tapi mereka tetap melaluinya, menahan sakit dan berjuang menahan konsekuensi-konsekuensi yang lain.  Seorang ibu yang memiliki anak gangguan mental bahkan pernah mengatakan kepada saya alasan dia tetap berjuang anaknya “Opung udah rasakan yang namanya susah sewaktu mengandung dia dan melahirkan dia, sakit sekali waktu itu, dengan kondisi itu gimana bisa opung meninggalkan dia?”(pada masa dia mengandung 2 bulan suaminya meninggal jadi mungkin akan lebih berat bagi dia).
That’s why kamu berharga. Tahu gag? Mereka senang sekali ketika mendengar suara kamu di kandungan, gerakan-gerakan tubuh kamu meskpun kadang buat dia sakit. Waktu kamu dan aku di kandungan banyak sekali orang yang menantikan kelahiranmu, mungkin bapak, kakek nenek, tante dan sahabat mamamu ngecek “lagi ngapain?” dan mamamu tahu benar kamu sedang dengar dan ngasih tahu kamu ngerespon. Mereka seolah punya indera keenam yang tahu kamu dikandungan lagi ngapain, apa sedang tidur, sedang kelelahan atau sedang senang. Makanya dia bicara setiap hari samamu, mereka pasang musik mozart supaya kamu pintar dan yang paling penting mereka membicarakan tentang Tuhan kepadamu supaya kamu kenal dan mengasihi penciptamu selain itu membicarakan hal-hal yang indah supaya kamu gag takut keluar nantinya(bener gag yah?).
Apakah selesai sampai momen melahirkan? Gak lho... fase berikutnya lebih menakutkan...
Tahu gag sih waktu kamu bayi itu sangat menyebalkan? Okeh, kamu emang lucu dan dipuji-puji sama orang-orang sejagad raya, tapi tingkahmu itu lho.... pipis sembarangan, pup, nangis-nangis, dan gag jelas lagi ngomong apa. Kadang mereka merasa kesal, capek, lelah dan bertanya apa asiknya sih jadi ibu? Dan tahu gag selain ibumu biasanya orang akan menyerah menjagamu. Tapi dalam setiap emosi negatif yang ibu rasakan mereka berusaha memenuhi kebutuhanmu, karena waktu liat ketawa dan senyummu seolah-olah semua terobati. They try to understand you dan entah kenapa biasanya nih semua ibu di dunia tahu bayinya mau apa kamu mau apa , apakah lapar, sedang kepanasan, mau minum, mau tidur dll. Itu anugrah yang Tuhan berikan untuk setiap ibu untuk bisa mengerti bahasa bayinya.
Waktu kamu toddler... wuih... lari kesana-sini, main-main, berantakan mainan barang, makanan dan masih egois banget mintanya apa-apa. Kebayang gag sih mama atao ibumu ngejar-ngejar kamu. Baju kamu dari yang bersih sampai jadi kotor, menyentuh semua yang ada dan seringnya suka menjatuhkan diri karena gag perhatikan lingkungan sekitar. Dia sering emosi disini, karena dia sudah cukup lelah dengan membereskan apa yang kamu kerjakan tetapi kamu tidak peduli. Dan kemudian dia belajar memaafkan mengajarn kamu pipis dan buang air, membereskan apa yang kamu kerjakan. lebih besar lagi dan kamu udah bisa ngomong dan tahu apa yang sering kamu katakan? Bukan makasih ma tapi “apa itu ma?” dan “kenapa?” kenapa dan kenapa? Itu pertanyaan yang paling susah. Awalnya dia exciting dan menjelaskan banyak tapi lama-kelamaan bingung menjawab apa, apalagi kalau kamu nanya hal sensitif(sayangnya nih kamu tidak tahu dan seolah tidak mengerti perasaan mama). Terus menanyakan kenapa dan kenapa? Mungkin dia pernah membentakmu karena menanyakannya habisnya dia terlalu lelah sekali dan bingung menjawabnya.
Kamu udah SD kelas 3... Apa yang terjadi pada saat itu? Kayaknya kamu jawab sendiri saja apa yang sudah dilakukan mama ato ibumu waktu menyelesaikan bangku SD

SMP n SMA kamu udah mulai agak jauh, kamu sering nonton tv, jalan sama kawan dan habiskan waktu dengan temanmu. Kadang dia kangen kamu lho... tapi seringnya kita gag ngerti. Khwatir dengan apa yang kamu nonton, baca dan siapa temanmu(khususnya pada laki-laki), apakah kamu baik-baik saja karena seolah ibumu tidak kenal kamu lagi dan kamu mulai jadi orang yang berbeda. Dia takut kamu jatuh dalam pergaulan bebas makanya dia suka menanyakan dan melarang hal-hal yang bagi kamu tidak penting. Kamu rasa mungkin dia hanya mengingatkan kamu soal studimu dan seolah-olah menuntut tentang studimu padahal mungkin hanya itu yang bisa dia bincangkan denganmu dan karena dia mempertimbangkan masa depanmu. Tapi kamu sering bilang “mamak gag ngerti, apa lah yang mamak ngerti?” Pada kenyataannya, pernah gag kamu mencoba mengerti ibumu? Merasakan kesepian waktu kamu semakin jauh? Apalagi kalau kamu anak terakhir atau anak tunggal. Pasti akan semakin sepi ketika kamu jauh.

Masa-masa berikutnya dia mempersiapkan diri berpisah denganmu karena kamu akan mandiri. Dia yang tadinya terbiasa untuk mengasuh dan membantumu terpaksa berdiam diri. Karena kamu harus mandiri dan tidak bergantung. Kesepian semakin kuat, ketika dia seolah ditinggal oleh semua anaknya. Rasanya seolah membesarkan anak untuk membiarkannya pergi. Dia tahu kalau dia harus melepas. Dia berjuang untuk tidak campur tangan ketika kamu bekerja dan hubunganmu dengan pacarmu hanya insting maternalnya membuat dia begitu peduli denganmu. Tapi sebenarnya dia senang kalau kamu sudah mandiri karena dia tahu itu tugasnya makanya dia sering bertanya apa kamu sudah dapat kerja? Ketika kamu baru lulus atau siapa pacarmu?  Belajar untuk berhikmat menanyakan pola hidupmu karena kamu kesal dan mengatakan “Aku sudah dewasa lho mak”  Waktu yang dia tunggu adalah hari liburmu waktu kalian sekeluarga berkumpul bersama tanpa diganggu pekerjaan atau janji-janjimu. hanya kesepian tetap ada.
Dan waktu kamu datang dengan membawa cucunya, dia begitu senang karena dia teringat kembali dengan masa lalunya dan ingin merawatnya.

Jadi waktu liburan begini ayo buat quality time dengan keluarga! Jangan malas-malasan.... hahaha (hahahah, seems that i’ve talked to myself)
HAPPY MOTHER’S DAY J MOM!

Sorry telat posting buat hari ibunya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar